Penentuan Penjadwalan Optimum Preventive Maintenance Menggunakan Metode Simulated Annealing Pada MultiSubsistem Mesin Toshiba BMC-100(5) (Studi Kasus di PT. Dirgantara Indonesia)

Eva Noer Cholis R, Achmad Bachrudin, Anindya Apriliyanti Pravitasari

Abstract


PT. Dirgantara Indonesia adalah industri manufaktur di bidang pesawat terbang satu-satunya di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara yang dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Dalam era persaingan industri yang semakin global disertai adanya prosedur kontrak yang ketat dari pemesan, PT. Dirgantara Indonesia dituntut untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk. Salah satu hal yang mendukung kelancaran proses produksi adalah mesin. Untuk menjaga kondisi mesin agar berada dalam keadaan yang optimal saat digunakan, maka diperlukan kegiatan preventive maintenance yang bertujuan untuk mengurangi biaya perawatan dan mengurangi peluang kerusakan mesin. Salah satu mesin yang digunakan dalam proses produksi adalah mesin Toshiba BMC-100(5). Mesin ini berfungsi untuk memotong bahan baku bagian sayap pesawat terbang berupa lempengan logam aluminium menjadi bentuk-bentuk khusus yang telah didesain menggunakan program tertentu. Berdasarkan data dari perusahaan, penggunaan mesin tersebut telah melewati batas waktu yang direkomendasikan. Diketahui mesin Toshiba BMC-100(5) merupakan mesin dengan downtime tertinggi dibandingkan dengan mesin lainnya. Mesin ini memiliki beberapa subsistem yang tersusun secara seri. Kerusakan mesin sebesar 80.32% sering terjadi pada subsistem Axis, APC, Machine Unit, ATC, dan CNC Unit. Tidak adanya penjadwalan perawatan perusahaan yang mempertimbangkan usia pakai subsistem. Oleh karena itu, peneliti akan menentukan penjadwalan optimum preventive maintenance dengan menerapkan metode optimasi Simulated Annealing agar didapat jadwal yang optimum pada subsistem Axis, APC, Machine Unit, ATC, dan CNC Unit yang menghasilkan solusi yaitu dapat meminimumkan biaya dan memaksimumkan reliabilitas. Hasil yang didapatkan adalah apabila perusahaan menginginkan reliabilitas sebesar 75%, total biaya yang diperlukan selama 168 bulan adalah sebesar Rp 8.462.300.000 dengan reliabilitas yang dihasilkan adalah sebesar 0,7387.


Keywords


Preventive Maintenance; Simulated Annealing;

Full Text:

PDF

References


Assauri, S. 2008. Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta: Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia.

Bertsimas, D., Tsitsiklis, J. 1993. Simulated Annealing. Statistical Science, Vol. 8 (1), 10-15.

S. Kirkpatrick, C. D. Gelatt Jr., M. P. Vecchi. 1983. Optimization by Simulated Annealing. Science, Vol. 220 (4598), 671-680.

Ebeling, C. E. 1997. An Introduction to Reliability and Maintainability Engineering. United States: The Mc-Graw Hill Companies, Inc.

Moghaddam, K. S. 2010. Preventive Maintenance and Replacement Scheduling: Models and Algorithms, University of Louisville, Kentucky.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

© 2017-2020 | Hak Cipta Dilindungi | Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran | Powered by OJS