Identifikasi Karakteristik Balita Stunting di Kabupaten Sumedang Menggunakan Simplification of Correspondence Analysis

Nisa Nur Fitriany, Irlandia Ginanjar, Triyani Hendrawati

Abstract


Stunting (kerdil) adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Balita stunting termasuk masalah gizi kronik yang dapat beresiko pada menurunnya tingkat kecerdasan, produktivitas dan pada akhirnya secara luas akan menghambat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Kabupaten Sumedang termasuk dalam 100 kabupaten/kota yang menjadi wilayah prioritas intervensi stunting dengan angka stunting yang tergolong tinggi dan harus mendapat perhatian khusus. Upaya penanganan dan pencegahan stunting dapat dilakukan dengan melakukan karakterisasi kondisi balita stunting dan mengidentifikasi kategori-kategori yang memiliki dependensi dengan balita stunting. Untuk mengetahui hal tersebut, pada penelitian ini dilakukan analisis menggunakan Simplification of Correspondence Analysis (SoCA) untuk tabel kontingensi 2×J dimana J=2,3,4…. Untuk mengidentifikasi kategori-kategori yang berkontribusi signifikan terhadap struktur dependensi dilakukan dengan menggunakan approximate p-values confidence interval. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa status balita stunting dependen dengan status gizi berat badan/umur, status gizi berat badan/tinggi badan dan wilayah, sedangkan terhadap status ekonomi independen. Kategori-kategori yang signifikan antara status balita stunting dan status gizi berat badan/umur adalah status gizi baik, kurang dan buruk, yang mana balita pendek cenderung status gizi baik dan balita yang sangat pendek cenderung status gizi buruk, sedangkan status gizi kurang cenderung sama untuk status pendek dan sangat pendek. Adapun kategori yang signifikan antara status balita stunting dan status gizi berat badan/tinggi badan adalah gemuk, yang mana balita sangat pendek cenderung status gizi gemuk. Sedangkan kategori wilayah yang signifikan adalah Ganeas dan Rancakalong, yang mana balita stunting di Kecamatan Ganeas cenderung sangat pendek dan balita stunting di Kecamatan Rancakalong cenderung pendek.


Keywords


Simplification of Correspondence Analysis (SoCA); confidence interval p-values; dependensi; stunting;

Full Text:

PDF

References


Beh, E.J., Lombardo, R. 2014. Correspondence Analysis Theory, Practice and New Strategies. John Wiley & Sons Ltd, The Atrium, Southern Gate.

Ginanjar, I, U. S. Pasaribu, and A. Barra.2016. Simplification of correspondence analysis for more precise calculation which one qualitative variables is two categorical data. ARPN Journal of Engineering and Applied Sciences. Vol. 11, No. 3

Ginanjar, I,et al. 2019. Contribution of a categorical test in examining dependencies among

qualitative variables by means simplification of correspondence analysis. IOP Conf. Series : Journal of Physic: Conf.Series 1265

Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. 2018. Buletin Jendela Data dan Informasi

Kesehatan Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta Selatan: Kementrian Kesehatan Pusat Data dan Informasi.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. 2017. 100 Kabupaten/Kota Prioritas untuk Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Jakarta Pusat: Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

© 2017-2020 | Hak Cipta Dilindungi | Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran | Powered by OJS