Pemetaan Kasus Pencurian Di Kabupaten Sleman Dengan Analisis Korespondensi Sederhana

Edy Widodo, Revata Maggandari, Hanum Salsabiella, Nurlia Nurlia

Abstract


Pencurian merupakan tindak kejahatan yang terjadi di lingkungan masyarakat dengan target berupa barang berharga seperti perhiasan, uang, kendaraan bermotor, dompet, dan surat-surat penting. Tindak kejahatan pencurian secara khusus diatur dalam Bab XXII Pasal 362-367 KUHP. Lokasi kejadian tindak kejahatan pencurian rata-rata terjadi diarea perumahan dan kampung seiring dengan pesatnya perkembangan perumahan dan pemukiman di Kabupaten Sleman. Oleh karena itu untuk mengidentifikasi tindak kejahatan pencurian di lingkungan masyarakat dibutuhkan suatu metode untuk melihat keterkaitan atau kedekatan suatu kategori dengan menggunakan metode analisis korespondensi. Analisis korespondensi merupakan salah satu bagian analisis multivatiat yang menggabungkan teknik reduksi dan pemetaan persepsi. Analisis korespondensi merupakan salah satu statistika deskriptif yang digunakan untuk menggambarkan suatu pola hubungan dari tabel kontigensi dengan tujuan untuk mengetahui pemetaan dan kecenderungan antar kategori. Hasil analisis korespondensi diketahui kecenderungan hubungan jenis barang curian dengan waktu kejadian antara lain pada pagi hari (04:00-10:00) cenderung terjadi pencurian laptop, pada siang hari (10:01-14:00) cenderung terjadi pencurian sepeda motor, pada sore hari (14:01-18:30) cenderung terjadi pencurian uang tunai, dan pada malam hari (18:31-03:59) cenderung terjadi pencurian handphone.


Keywords


Analisis Korespondensi; Pecurian; Pemetaan; Sleman; Tindak Kejahatan;

Full Text:

PDF

References


Suharsoyo, A. (2015, Maret 1). Karakter Pelaku Tindak Pidana Pencurian Dalam. Retrieved from journals ums: http://journals.ums.ac.id/index.php/jurisprudence/article/download/4222/2698

Utama, A. (2016, Oktober 31). Kejahatan Tertinggi di Yogya Terjadi di Sleman. Retrieved from cnnindonesia: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20161031065421-20-168981/kejahatantertinggi-di-yogya-terjadi-di-sleman

Greenacre. (2007). Correspondence Analysis in Practice. Chapman & Hall/CRC. Barcelona: Boca Raton.

Johnson, R. A. (2007). Applied Multivariate Statistical Analysis. New Jersey: Prentice Hall.

Lestari, A., & Aswad A, M. H. (2016). Pemetaan Tindak Kriminal di Kota Palopo Tahun 2015. Journal of Social-Religi Research, Vol.1, No.1, hal.29-44.

Nurfitasari, A., Wijayanto, H., & Sulvianti, I. D. (2017). Pemetaan Tindak Kriminal Di Wilayah Madiun Dengan Analisis Korepondensi Berganda. Media Statistika, 131-143.

Mahmudi, d. (2019). Analisis Korespondensi Pada Korban Kecelakaan Lalu Lintas Berdasarkan Provinsi di Indonesia. Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika, Vol. 4 No.1.

Hardinus Usman and Nurdi Sobari, Aplikasi Teknik Multivariate (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2013).

Mattjik, A. A., & Sumertajaya, I. M. (2011). Sidik Peubah Ganda dengan Menggunakan SAS. Bogor: IPB Press

Hair, J., Black, W., Babin, B., Anderson, R., & Tatham, R. (2010). Multivariate Data Analysis. 7th edition. New Jersey: Pearson Prentice Hall


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

© 2017-2020 | Hak Cipta Dilindungi | Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran | Powered by OJS