Pengaruh Volume Lemak Epikardial (EFV), Usia dan Jenis kelamin terhadap Penyakit Jantung Koroner Studi kasus Kejadian Penyakit Jantung Koroner di RSUP Dr. Hasan Sadikin Tahun 2018

Elin Marhamah, Lingkan Srikandi Maria Wullur

Abstract


Penyakit Jantung Koroner (PJK) sampai saat ini merupakan penyakit penyebab kematian terbanyak ke-2 di Indonesia bahkan penyebab kematian terbanyak di dunia. Statistik World Health Organization (WHO) tahun 2013 melaporkan sebanyak 9,4 juta kematian setiap tahun yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler dengan angka kematian sebesar 45% disebabkan oleh PJK, dan diperkirakan angka tersebut akan meningkat hingga 23,3 juta pada tahun 2030. Oleh karena itu penting untuk mengetahui peubah penjelas apa saja yang dapat mempengaruhi penyakit jantung koroner. Peubah penjelas antara lain; volume lemak epikardial, Epicardial Fat Volume (EFV) (X1), usia (X2) dan jenis kelamin (X3) merupakan variabel yang ditaksir memiliki hubungan dengan derajat stenosis aterosklerosis pada arteri koroner (penyakit jantung koroner) (Y). Berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi logistik diperoleh bahwa model terbaik adalah model pada tingkat klasifikasi tertinggi yaitu 84,4% dengan dua peubah penjelas yang berpengaruh terhadap derajat stenosis aterosklerosis pada arteri koroner atau penyakit jantung koroner(Y) pada taraf signifikan sebesar 0,05 yaitu variabel EFV dan jenis kelamin.


Keywords


regresi logistik; penyakit jantung koroner;

Full Text:

PDF

References


National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI). Coronary Heart Disease. 2015 (diunduh 14 Mei 2018). Tersedia dari:

World Heath Organization (WHO). Cardiovascular diseases (CVDs). 2018 (diunduh 14 Mei 2018). Tersedia dari:

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Laporan Nasional 2013. 2013. 2013;1–384

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. PENYAKIT JANTUNG PENYEBAB KEMATIAN TERTINGGI, KEMENKES INGATKAN CERDIK. 2017 (diunduh 14 Mei 2018). Tersedia dari:

American Heart Association. Coronary Artery Disease. Coronary Heart Disease. 2015 (diunduh 15 Mei 2018). Tersedia dari:

Agresti.. Categorical Data Analysis Second Edition. John Willey & Sons. New York. 2007

Aslanabadi N, Salehi R, Javadrashid A, Tarzamni M, Khodadad B, Enamzadeh E, dkk. Epicardial and Pericardial Fat Volume Correlate with The Severity of Coronary Artery Stenosis. J of Cardiovasc Thorac Resp. 2014; 6(4): h.235–9.

Hosmer, D.W. and Lemeshow, S,. 2000, Applied Survival Analysis Regression Modeling of Time to Event Data, John Wiley and Sons. Inc, New York.

Cury RC, Abbara S, Achenbach S, Agatston A, Berman DS, Budoff MJ, dkk. CAD-RADS Coronary Artery Disease – Reporting and Data System. An expert consensus document of the Society of Cardiovascular Computed Tomography (SCCT), the American College of Radiology (ACR) and the North American Society for Cardiovascular Imaging (NASCI). Endorsed by the American College of Cardiology. J Cardiovasc Comput Tomogr [Internet]. 2016. (diunduh 20 Mei 2018);10(4): h.269–81. Tersedia dari: http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S193459251630048X

Bertaso AG, Bertol D, Duncan BB, Foppa M. Epicardial fat: Definition, Measurements And Systematic Review Of Main Outcomes. Arq Bras Cardiol J. 2013 (Diunduh 26 Mei 2018); 101(1):h.18-28. Tersedia dari:


Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

© 2017-2020 | Hak Cipta Dilindungi | Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran | Powered by OJS