K-Means Cluster Analysis Dalam Pengelompokan Desa/Kelurahan Di Kota Banjar Berdasarkan Karakteristik Kemiskinan

Authors

  • Rega Aghnia T.N Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran
  • Titi Purwandari Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran
  • Neneng Sunengsih Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.1234/pns.v10i.121

Keywords:

kemiskinan, biplot analysis, k-means clustering

Abstract

Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari segi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan yang diukur dari sisi pengeluaran menurut BPS. Komposisi pengeluaran rumah tangga dapat dijadikan ukuran untuk menilai tingkat kesejahteraan ekonomi penduduk, makin rendah persentase pengeluaran untuk makanan terhadap total pengeluaran makin membaik tingkat kesejahteraan. Kota Banjar memiliki persentase pengeluaran makanan perkapita pada tahun 2020 sebesar 55% yang dapat dikatakan cukup tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Jawa Barat sehingga mengindikasikan kesejahteraan yang rendah, terlebih pengeluaran perkapita yang masih rendah yaitu sebesar RP 1.144.767,68 menandakan bahwa Kota Banjar masih berada dibawah kemampuan kabupaten/kota lain di Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan desa/kelurahan di Kota Banjar berdasarkan karakterisitik kemiskinan menggunakan biplot analysis, kemudian dilakukan k-means clustering untuk pengelompokan desa/kelurahan di Kota Banjar tersebut berdasarkan karakterisitk
kemiskinan. Data yang digunakan adalah data karakteristik kemiskinan 25 desa/kelurahan di Kota Banjar pada tahun 2019. Dari hasil penelitian didapatkan ukuran keragaman yang dapat digambarkan oleh biplot sebesar , dapat di artikan bahwa plot yang terbentuk dapat menggambarkan informasi data sebenarnya dengan baik. Kemudian didapatkan 2 klaster, dimana klaster I terdiri dari 10 desa/kelurahan yang memiliki karakteristik kepadatan penduduk, pengguna PLN, tenaga kesehatan dan warung kelontong/swalayan yang lebih rendah dibandingkan klaster II. Klaster II terdiri dari 15 desa/kelurahan yang memiliki karakteristik rasio sekolah terhadap murid SD/MI, rasio sekolah terhadap murid SMP/MTs dan rasio sekolah terhadap murid SMA/MA/SMK yang lebih rendah jika dibandingkan dengan klaster I.

Downloads

Download data is not yet available.

References

BPS. (n.d.). Kemiskinan dan Ketimpangan. Retrieved Agustus 2021, from Badan Pusat Statistik: https://www.bps.go.id/subject/23/kemiskinan-dan-ketimpangan.html

BPS. (n.d.). Pengeluaran Per Kapita. Retrieved Agustus 2021, from Sirusa BPS: https://sirusa.bps.go.id/sirusa/index.php/indikator/197

UNDP. (2020). The 2020 Global Multidimensional Poverty Index (MPI). Retrieved Agustus 2021, from Human Development Reports: http://hdr.undp.org/en/2020-MPI

Rencher, A., & Christensen, W. (2012). METHODS OF MULTIVARIATE ANALYSIS. New Jersey: WILEY.

Downloads

Published

2021-12-30

How to Cite

Aghnia T.N, R. ., Purwandari, T. ., & Sunengsih, N. . (2021). K-Means Cluster Analysis Dalam Pengelompokan Desa/Kelurahan Di Kota Banjar Berdasarkan Karakteristik Kemiskinan. Prosiding Seminar Nasional Statistika, 10, 54. https://doi.org/10.1234/pns.v10i.121