Analisis Karakteristik Penderita Gangguan Mental Emosional di Provinsi Jawa Barat

Authors

  • Afifah Khairunnisa Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran
  • Azka Larissa Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran
  • Resa Septiani Pontoh Departemen Statistika FMIPA Universitas Padjadjaran

DOI:

https://doi.org/10.1234/pns.v10i.78

Keywords:

GME, Chi–Square, Odds Ratio, Jawa Barat

Abstract

Pada Provinsi Jawa Barat dari tahun 2013 hingga 2018, jumlah penderita gangguan mental emosional meningkat dari 9,3% menjadi 12,1%. Tingkat persentase pada seseorang dengan penyakit gangguan mental emosional (GME) terindikasi tinggi pada seseorang dengan status sosial ekonomi yang rendah seperti status pekerjaan dan pendidikan. Karakteristik demografi lainnya pun ikut andil dalam mempengaruhi seseorang akan mengidap penyakit gangguan mental emosional. Karakteristik demografi ini sendiri mencakup kelompok umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan tempat tinggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara karakteristik demografi dengan penyakit gangguan mental emosional. Penelitian dilakukan terhadap masyarakat di daerah Provinsi Jawa Barat oleh Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) pada tahun 2018 dengan data merupakan jawaban responden pada 20 butir pertanyaan yang tertera pada Self Reporting Questionnaire (SRQ). Dari hasil analisis menggunakan uji chi–square, menunjukkan bahwa variabel umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan tempat tinggal memiliki korelasi atau pengaruh yang signifikan terhadap proporsi penyakit gangguan mental emosional yang diidap seseorang. Berdasarkan hasil analisis ini, uji partisi chi–square diperlukan untuk menyelidiki lebih lanjut kategori mana dari setiap variabel yang berpengaruh secara nyata terhadap penyakit gangguan mental emosional. Langkah preventif yang bisa dilakukan agar penyakit gangguan mental emosional dapat ditangani adalah dengan pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai gejala dini penyakit gangguan mental emosional, serta pelurusan stigma yang beredar guna menciptakan lingkungan yang suportif bagi penderita penyakit gangguan mental emosional.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Idaiani, S. Elderly people and women more risk to mental emotional disorder. Health Science Indones, 8-13, 2010.

Niemeyer, H., Bieda, A., Michalak, J., Schneider, S., & Margraf, J. Education and mental health: Do psychosocial resources matter?. SSM-population health, 7, 100392. https://doi.org/10.1016/j.ssmph.2019.100392, 2019.

Suriastini, W., Sikoki, B., & Listiono. Gangguan kesehatan mental meningkat tajam: Sebuah panggilan meluaskan layanan kesehatan jiwa. SurveyMETER, 20(2), 4, 2020.

Bueno-Notivol, J., Gracia-García, P., Olaya, B., Lasheras, I., López-Antón, R., & Santabárbara, J. Prevalence of depression during the COVID-19 outbreak: A meta-analysis of community-based studies. International Journal of Clinical and Health Psychology , 21(1).

https://doi.org/10.1016/j.ijchp.2020.07.007, 2021.

Fadli, R. Orang yang Tinggal di Kota Besar Rentan Idap Ganggguan Jiwa? Diambil kembali dari halodoc: https://www.halodoc.com/artikel/orang-yang-tinggal-di-kota-besar-rentan-idap-gangguanjiwa, Oktober 2019.

CDC. Issue Brief #1: What Do the Data Tell Us? The State of Mental Health and Aging in America. Cdc, 2010.

Das, J. Factors Associated with Elderly Depression among Rural Bangladeshi Individuals. American Journal of Psychiatry and Neuroscience, 2(1), 1. https://doi.org/10.11648/j.ajpn.20140201.11, 2014.

Kessler RC, Angermeyer M, Anthony JC, et al. Lifetime prevalence and age-of-onset distributions of mental health disorders in the World Health Organization’s World Mental Health Survey Initiative. World Psychiatry; 6: 168–76, 2007.

Haralambous, B., Lin, X., Dow, B., Jones, C., Tinney, J., & Bryant, C. Depression in older age: a scoping study. Australia: National Ageing Research Institute, 2020.

Slade, T., Johnston, A., Teesson, M., Whiteford, H., Burgess, P., Pirkis, J., et al. The Mental Health of Australians 2: Report on the 2007 National Survey of Mental Health and Wellbeing. Canberra: Department of Health and Ageing, 2009.

Gruebner, O., Rapp, M. A., Adli, M., Kluge, U., Galea, S., & Heinz, A. Cities and mental health. Deutsches Arzteblatt International, 114(8), 121–127. https://doi.org/10.3238/arztebl.2017.0121, 2017.

Riani, S. Studi Deskriptif Status Mental Lansia Berdasarkan Karakteristik Lansia di Kelurahan Karangayu Semarang Barat. Karya Ilmiah, 2013.

Sisi, N., & Ismahmudi, R. Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Tingkat Depresi pada Lansia di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Wonorejo Samarinda. Borneo Student Research (BSR), 1(2), 895-900, 2020.

Dharmayanti, I., Tjandrarini, D. H., Hidayangsih, P. S., & Nainggolan, O. Pengaruh Kondisi Kesehatan Lingkungan Dan Sosial Ekonomi Terhadap Kesehatan Mental Di Indonesia. Jurnal Ekologi Kesehatan, 17(2), 64–74. https://doi.org/10.22435/jek.17.2.149.64-74, 2018.

Adrian, K. Macam-Macam Gangguan Jiwa yang Umum Terjadi. Alodokter. https://www.alodokter.com/macam-macam-gangguan-jiwa-yang-umum-terjadi, 2020.

Ayuningtyas, D., Misnaniarti, & Rayhani, M. Analisis Situasi Kesehatan Mental pada Masyarakat di Indonesia dan Strategi Penanggulangannya. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(1), 1 -10. https://doi.org/10.26553/jikm.2018.9.1.1-10, 2018.

Fadhilah, A. R., & Notobroto, H. B. Analisis Regresi Logistik Biner pada Kejadian Transient Ischemic Attack (Tia) di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan, 5(2), 157. https://doi.org/10.20473/jbk.v5i2.2016.157-165, 2017.

Mubasyiroh, R., Suryaputri, I. Y., & Tjandrarini, D. H. Determinan Gejala Mental Emosional Pelajar SMP-SMA di Indonesia Tahun 2015. Buletin Penelitian Kesehatan, 45(2), 103–112. https://doi.org/10.22435/bpk.v45i2.5820.103-112, 2017.

Nasriati, R. Stigma Dan Dukungan Keluarga Dalam Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Jurnal Ilmiah Ilmu - Ilmu Kesehatan, 15(1), 56–65. Jurnalnasional.ump.ac.id/index.php/medisains/article/download/1628/1391, 2017.

Pamungkas, E. T. Metode regresi logistik biner pada faktor yang mempengaruhi kesembuhan pasien penderita demam berdarah dengue di RSUD Dr. Iskak Kabupaten Tulungagung. Institusi Teknologi Sepluh Nopember. http://repository.its.ac.id/42259/1/1314030088-Non_Degree.pdf, 2017.

Prihatiningsih, E., & Wijayanti, Y. Gangguan Mental Emosional Siswa Sekolah Dasar. HIGEAI Journal of Public Health Research and Development, 3(2), 252–262. http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/higeia, 2019.

Putri, A. W., Wibhawa, B., & Gutama, A. S. Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia (Pengetahuan, Dan Keterbukaan Masyarakat Terhadap Gangguan Kesehatan Mental). Prosiding Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 252–258, 2015.

Subekti, P. Model regresi logistik multinomial untuk menentukan pilihan sekolah lanjutan tingkat atas pada siswa SMP. Cauchy, 3(2), 91. https://doi.org/10.18860/ca.v3i2.2577, 2014.

Tulong, M., Mongi, C., & Mananohas, M. Regresi Logistik Multinomial Untuk Menentukan FaktorFaktor Yang Mempengaruhi Pilihan Perguruan Tinggi Pada Siswa SMA dan SMK di Pulau Karakelang Kabupaten Kepulauan Talaud. D’CARTESIAN, 7(2), 90. https://doi.org/10.35799/dc.7.2.2018.21456, 2018.

Kementerian Kesehatan RI. Laporan Provinsi Jawa Barat, Riskesdas 2018. In Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 2019.

2021-11

Downloads

Published

2021-12-30

How to Cite

Khairunnisa, A. ., Larissa, A. ., & Septiani Pontoh, R. . (2021). Analisis Karakteristik Penderita Gangguan Mental Emosional di Provinsi Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Statistika, 10, 88–98. https://doi.org/10.1234/pns.v10i.78